Pengalaman Buruk Cinta Laura di Bandara
Aktris ternama, Cinta Laura kembali menjadi perhatian publik setelah mengungkap pengalaman tidak menyenangkan saat menjadi penumpang salah satu maskapai penerbangan. Dalam unggahan di akun Instagramnya, @claurakiehl, ia menceritakan bagaimana petugas bandara dan maskapai tidak memberikan pelayanan yang ramah dan profesional.
Pengalaman itu terjadi saat Cinta Laura sedang berada di salah satu bandara di Indonesia. Seperti biasanya, ia mengenakan masker dan kaca mata hitam agar tidak menarik perhatian banyak orang. Namun, kejadian tak terduga terjadi ketika ia dipanggil melalui pengeras suara untuk memverifikasi barang bawaan.
Awalnya, Cinta merasa bingung dengan prosedur yang harus dilaluinya. Ia mencoba bertanya kepada beberapa staf maskapai, tetapi hampir semua petugas mengabaikannya. Bahkan, informasi yang diberikan tidak jelas dan tidak ramah. “Awalnya aku sempat bingung harus ke mana, dan aku dilempar dari satu staff ke staff lain,” ujarnya.
Akhirnya, ada seorang service agent yang membantu Cinta selama setengah jalan, tetapi tanpa arahan yang jelas. Ia lalu bertanya apakah agen tersebut bisa membantunya agar tidak ketinggalan penerbangan. Jawaban yang diterimanya hanya sekadar “walk to counter 20.” Situasi ini membuat Cinta merasa tidak puas dengan pelayanan yang diberikan.
Namun, suasana tiba-tiba berubah drastis saat Cinta membuka masker dan kaca mata hitamnya. Petugas mulai berperilaku lebih ramah dan membantu. “Dan lucunya... baru setelah aku buka kacamata dan dia sadar aku siapa, attitude-nya langsung berubah total,” katanya.
Cinta pun menegur petugas yang dianggap tidak profesional. Akhirnya, petugas tersebut membantu mengurus bagasinya. Ia bahkan menyampaikan bahwa jika petugas tidak ingin membantu, ia bisa mencari staf lain yang bersedia. Setelah itu, petugas akhirnya mengantar Cinta ke PIC yang bertanggung jawab.
Pengalaman ini membuat Cinta merasa kecewa terhadap pelayanan maskapai tersebut. Ia merasa tidak habis pikir bagaimana masyarakat umum yang tidak memiliki privilege atau keistimewaan harus menghadapi situasi seperti ini. Menurutnya, setiap penumpang adalah tamu yang harus dilayani dengan baik tanpa memandang status atau latar belakangnya.
Sebagai seseorang yang sering mendapatkan perhatian besar, Cinta sengaja membagikan keluh kesahnya ini agar menjadi introspeksi bagi maskapai penerbangan manapun. Ia menekankan bahwa popularitas, status, atau penampilan seharusnya tidak menentukan apakah seseorang layak diperlakukan dengan baik dan dibantu atau tidak.
“Dan trust me, aku sangat sadar akan privilege yang aku punya. Aku tahu aku sangat beruntung karena sering diperlakukan dengan baik oleh banyak orang dan aku sangat teramat bersyukur. Tapi justru karena aku sadar akan privilege itu, aku merasa punya TANGGUNG JAWAB untuk speak up ketika melihat perlakuan seperti ini,” kata Cinta.
Ia menambahkan bahwa setiap pelanggan, tamu, atau manusia seharusnya diperlakukan dengan hormat dan ketulusan.
Kucing Peliharaan yang Dianggap Anak Kandung
Meskipun sibuk dengan berbagai pekerjaan, Cinta Laura juga memiliki tiga kucing peliharaan yang ia beri nama Pippo, Spikey, dan Ramona. Ia bahkan menganggap kucing-kucing tersebut sebagai anak kandung sendiri.
“Aku sangat bahagia dengan kucing-kucingku. Aku sayang sama mereka dan memberikan tempat tinggal yang layak. Aku bukan tipe orang yang mencari kucing ras tertentu, aku lebih suka kucing kampung,” ujar Cinta dalam wawancara dengan Tribunnews.com.
Cinta menceritakan pengalamannya merawat ketiga kucingnya. Salah satunya, Ramona, disebut sebagai “anak durhaka” karena perilakunya yang kerap tidak menyenangkan di rumah. Karena itu, Ramona dipindahkan ke kantor, sementara Pippo dan Spikey tinggal di rumah. Mereka dinilai lebih baik dan peduli pada Cinta.
Meski merawat kucing kampung, Cinta tidak main-main soal fasilitas kesehatan dan nutrisi. Ia memberikan makanan berkualitas setara konsumsi manusia dan rutin membawa mereka ke dokter hewan terbaik.

Walaupun dimanjakan dengan fasilitas medis terbaik, Cinta tetap ingin kucing-kucingnya memiliki insting bertahan hidup yang kuat. Ia hanya memandikan mereka setiap tiga bulan sekali agar kulit dan bulu mereka tetap sehat secara alami.
“Mereka kan kucing domestik, harus tahu tangguhnya dunia juga, jangan terlalu manja. Tapi yang pasti, dokter hewannya harus yang kredibel dan terpercaya,” tutup Cinta.