Sosok Mahasiswa Korban Glamping di Temanggung Bersama Keluarga dan Fotografer Keraton Yogyakarta

Kehilangan Mendalam di Kalangan Akademik dan Komunitas Fotografi

Sosok Bagas Amar Hakiki (21) meninggalkan duka mendalam bagi lingkungan kampus, keluarga, dan rekan-rekan terdekatnya. Ia ditemukan meninggal bersama kedua orangtuanya dan adiknya dalam tenda camping saat berkemah di kawasan Posong, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Peristiwa ini menyita perhatian publik dan menjadi berita yang mengejutkan.

Bagas adalah mahasiswa Program Studi Sastra Prancis, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022. Selama menjalani perkuliahan, ia dikenal sebagai sosok yang rajin dan memiliki kreativitas tinggi. Di mata para dosen, Bagas tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan kemahasiswaan.

Aktivitas di Kampus dan Minat Fotografi

Dekan FIB UGM, Prof Setiadi, menyebut Bagas sebagai mahasiswa yang aktif dan memiliki semangat belajar yang baik. Selain itu, ia juga terlibat dalam berbagai organisasi di kampus. Salah satu organisasi yang aktif diikutinya adalah Unit Fotografi Universitas (UFO) UGM, yang menjadi wadah pengembangan minatnya di bidang fotografi.

Bagas sebenarnya sedang dalam tahap akhir studinya. Ia sedang dalam proses menyelesaikan skripsi, khususnya bab tiga. Meski tengah sibuk dengan tugas akhir, ia tetap aktif dalam berbagai kegiatan kampus dan komunitas.

Karier Fotografer di Keraton Yogyakarta

Selain sebagai mahasiswa, Bagas juga memiliki profesi sebagai fotografer lepas di Keraton Yogyakarta, tepatnya di Kawedanan Tandha Yekti (KRD). Ia bergabung sebagai fotografer lepas setelah mengikuti magang di kawedanan tersebut pada 2024.

Menurut Pengajeng Husyanawara, Kawedanan Tandha Yekti Keraton Yogyakarta, Nyi RW. Kartiutami Guritno, Bagas dan dua temannya menjadi bagian dari tim dokumentasi KTY setelah menunjukkan keahlian fotografinya selama masa magang. Meskipun bukan termasuk Abdi Dalem Keraton Yogyakarta, Bagas masuk dalam tim inti dokumentasi yang terdiri dari abdi dalem dan fotografer lepas.

Sosok yang Ramah dan Peduli

Selama ini, Bagas dikenal sebagai sosok pribadi yang senang membantu, bisa diandalkan, dan menyenangkan. Rekan-rekannya merasa sangat kehilangan, bukan hanya sebagai fotografer terbaik, tetapi juga sebagai kolega, rekan, adik, dan sahabat baik.

Kepergian Bagas meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar UGM dan teman-teman seperjuangannya. Ia meninggalkan kenangan indah melalui karya-karyanya dan dedikasinya dalam berbagai kegiatan kampus serta profesi fotografer.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang kehidupan yang bisa berubah sewaktu-waktu. Bagas meninggalkan jejak yang akan selalu dikenang oleh siapa saja yang pernah berkenalan dengannya.

Lebih baru Lebih lama